| Tim survey dan verifikasi dari jakarta sedang mengadakan sosialisasi dan penjelasan kepada Bappeda kab. Ngawi |
Proses
usulan calon lokasi program Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air
Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM) tahun 2014, sudah ditindaklanjuti oleh
Tim Survey dan Verifikasi Ditjen Bina Bangda Kemendagri. Setelah tanggal
8 Maret 2013 yang lalu, Bantek PLKSDA-BM Propinsi Jawa Timur mengadakan
survey awal di semua lahan calon lokasi program yang diusulkan
Pemerintah Daerah kabupaten Ngawi, kini survey sekaligus verifikasi
dilakukan oleh Tim dari Jakarta.
Tim Pusat yang
melakukan survey dan verifikasi adalah dari Ditjen Bina Bangda (Bapak
Djody F) dan Team Leader Bantek PLKSDA-BM (Bapak Sukadis) dan didampingi
oleh Bappeda Propinsi Jawa Timur (Bapak Dawang Ludianto) dan Tim Bantek
PLKSDA-BM Propinsi Jawa Timur (Bapak Sukimin, Bahrudin Khoiri). Pagi
itu, 4 April 2013, Tim menuju Kantor Bappeda Kabupaten Ngawi untuk
menghadap Kepala Bappeda (Bapak M. Arif S) sekaligus mengadakan
sosialisasi program PLKSDA-BM dan konfirmasi beberapa hal tentang
perlengkapan dan persyaratan peserta program).
Dalam
pertemuan di ruang Kepala Bappeda tersebut, Bapak Djody dan Bapak
Sukadis menjelaskan secara detail tentang program PLKSDA-BM yang
meliputi syarat lahan yang menjadi lokasi (status dan legalitas tanah,
kemiringan lahan, akses jalan, penutupan vegetasi lahan, calon petani
penggarap dll), persyaratan administrasi usulan peserta program (Surat
pernyataan tidak alih fungsi, Surat Kesepakatan antara kelompok Tani
dengan pemerintah, surat legalitas lahan, SBU daerah, proposal dll).
"Pada prinsipnya Pemerintah kabupaten Ngawi siap melaksanakan program
PLKSDA-BM dan sangat terbuka untuk program yang dapat meningkatkan
kesejahteraan masyarakat" tegas Kepala Bappeda Ngawi, Bapak M. Arif S.
| Lahan di Tawun |
Selanjutnya, Tim
langsung menuju lahan calon lokasi program yang dipandu oleh Bappeda
Kabupaten Ngawi (Bapak Agus Sutopo) dan Dinas Kehutanan dan perkebunan
Kabupaten Ngawi. Lokasi yang pertama dituju adalah lahan di Taman Wisata
Tawun, kecamatan Kasreman. Lahan yang berada di dalam Taman Wisata
Tawun ini seluas 3 hektar, namun demikian perlu dilakukan pengukuran
ulang dan dilihat legalitas tanahnya.
| Lahan di Sumber Ngudal, Karang Tengah Prandon |
Kunjungan
berikutnya ke lahan di dusun Sumber Ngudal, desa Karang Tengah prandon,
kecamatan Ngawi. Di dusun ini ada dua lokasi, masing - masing seluas 10
hektar dan 8 hektar. Lahan dengan tekstur tanah lempung berdebu ini,
saat sekarang masih diusahakan petani sekitar lahan dengan tanaman
jagung dan kacang tanah. Hanya saja untuk lahan yang seluas 8 hektar
masih dipertimbangkan karena sedang dalam pengelolaan PDAM Kabupaten
Ngawi.
Lokasi
terakhir yang dikunjungi adalah lahan di sekitar Terminal kertonegoro,
Ngawi. Lahan itu berada di desa Grudo, kecamatan Ngawi. Lahan tersebut
seluas 3,1 hektar. Sementara ini masih dimanfaatkan untuk tanaman padi
dan hortikultura.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar