Salah satu lahan calon lokasi Program PLKSDA-BM
“
Berbicara masalah AIR tidak bisa lepas dari KONSERVASI, dan melaksanakan
konservasi pasti terkait dengan TANAMAN ” . Demikian kalimat yang disampaikan Bapak Kepala Dinas
Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Bondowoso (Bapak Ir. Matsakur, MM) kepada
saya ketika pertama kali akan menjelaskan kondisi lahan kritis di kabupaten
Bondowoso. Saya mendengarkan secara seksama apa yang dijelaskan Bapak Matsakur
tentang komitmen kabupaten Bondowoso dalam melaksanakan Gerakan konservasi.
Sudah banyak yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mengatasi lahan kritis ini, seperti Gerakan Wanita Menanam, penyadaran masyarakat tentang konservasi mulai dari bangku sekolah sampai masyarakat umum, menyediakan bibit gratis, mengadakan pelatihan proses pembibitan sampai tanam, Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan sebagainya. Upaya ini agar Bondowoso bebas dari kekeringan air, kemiskinan, bencana banjir, tanah longsor dan tidak dicap sebagai penyebab banjir oleh kabupaten sebelahnya, Situbondo.
Sudah banyak yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah untuk mengatasi lahan kritis ini, seperti Gerakan Wanita Menanam, penyadaran masyarakat tentang konservasi mulai dari bangku sekolah sampai masyarakat umum, menyediakan bibit gratis, mengadakan pelatihan proses pembibitan sampai tanam, Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan sebagainya. Upaya ini agar Bondowoso bebas dari kekeringan air, kemiskinan, bencana banjir, tanah longsor dan tidak dicap sebagai penyebab banjir oleh kabupaten sebelahnya, Situbondo.
Ketika Survey di desa Banyuwulu kec. Wringin, kab Bondowoso
Pada
tahun ini (2012) berdasarkan
rencana yang diusulkan tahun 2011 lalu akan dijadikan lokasi program
Penanganan
Lahan Kritis dan Sumberdaya Air Berbasis Masyarakat (PLKSDA-BM). Mulai
bulan
Agustus sampai dengan Desember 2011 lalu, saya bersama Tim Bantuan
Teknis
(Bapak Sukimin, Dipl. HAT, MM dan Prof. Dr. Ir. Gatot Kartono, MS)
melakukan persiapan baik verifikasi lahan, verifikasi administrasi, dan
kelompok
tani sebagai penggarap. Di kabupaten Bondowoso ada 5 (lima) lokasi yang
akan
dijadikan lokasi program yaitu desa Wanisodo (kecamatan Grujugan),
Pecalongan
dan Nogosari (kecamatan Sukosari), Bandilan (kecamatan Prajekan) dan
banyuwulu
(kecamatan Wringin) survey lokasi dan pengkondisian petani penggarap
sudah kami
lakukan dan tahun ini tinggal pelaksanaan. Semoga terlaksana sesuai
dengan
harapan masyarakat karena program ini berdasarkan usulan dari masyarakat
sendiri…
(Cerita tentang suka duka persiapan program akan segera
kami tulis…. Tunggu edisi berikutnya…..)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar