| Tanaman cabai yang ditanam diantara cekungan batu |
"Saya membuat galengan di sekitar batu - batu ini Pak. Waktu hujan, air akan mengalir dan menggenang di atas hamparan batu. Setelah airnya mengering, cekungan - cekungan pada batu akan terisi tanah yang dibawa air hujan. Kemudian kami baru bisa menanmi cekungan - cekungan itu dengan tanaman, misalnya cabai atau kedelai" tutur Pak Sugiono, Ketua Kelompok Tani Tirto Mulyo III kepada Tim Bantek Pusat dan Propinsi Jawa Timur dengan logat bahasa Jawa.
Memang, hamparan lokasi Program PLKSDA-BM di dusun Kaliwungu desa/kecamatan Binangun kabupaten Blitar tidak semuanya tanah yang gemuk dan kaya akan unsur hara. Berkat ketelatenan dan kreatifitas para petani penggarap di lahan tersebut, tanah yang bercadas dan berbatu itu dapat tertutup oleh lapisan tanah. Lapisan tanah di atas batu itulah yang dapat dimanfaatkan petani untuk menanam berbagai tanaman, seperti jagung, cabai dan kedelai.
Pada pertengahan bulan Maret 2015 ini, petani menanam tanaman jagung dengan tumpangsari cabai, kedelai dan sebagian kacang tanah. Para petani memanfaatkan musim penghujan dengan sebaik - baiknya, mengingat kondisi tanah yang kering dan cuaca yang sangat panas di wilayah Binangun. Mereka menanam tanaman dengan sistem multiple croping yang saling menyusul seperti estafet. Jadi tanaman jagung pada Musim Tanam I belum panen sudah disusul dengan menanam tanaman semusim lainnya.
Diantara rimbunya tanaman cabai, kacang tanah, kedelai dan jagung itu ada tanaman buah yaitu durian dan alpokat sebagai tanaman pokok pada Program PLKSDA-BM ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar