Saat
yang ditunggu, saat yang dinantikan para petani penggarap Program
Penanganan Lahan Kritis dan Sumber Daya Air Berbasis Masyarakat dari
Kelompok Tani Subur Makmur, Desa Pecalongan, Kecamatan Sukosari,
Kabupaten Bondowoso yaitu penanaman tanaman DURIAN MONTONG di lahan
garapannya. Setelah sekian lama menunggu, akhirnya apa yang mereka
impikan akhirnya terwujud. MENANAM DURIAN MONTONG.
Lahan
seluas 7,5 hektar tersebut tidak hanya ditanami durian saja, tetapi
juga ditanami Alpokat. Sistem yang diterapkan adalah semacam
agroforestry, selain tanaman tahunan yang bernilai ekonomis dan
berfungsi konservasi juga ada tanaman sela (tumpangsari) yang mempunyai
nilai ekonomi juga. Seperti lahan di Pecalongan ini, sebagai tanaman
tahunan ditanami Durian dan Alpokat, sementara tanaman semusimnya adalah
jagung dan kacang tanah.
| Petani saat menanam durian di lahan |
| Petani sipa tanam durian |
Proses panjang yang
dinantikan sejak tahun 2010 akhirnya terwujud juga. Pertemuan kelompok
untuk mempersiapkan program ini sejak tahun 2010 hingga pertengahan
tahun 2012 sudah dilakukan sebanyak 15 kali. Pertemuan semacam Focus Group Discussion (FGD) dilaksanakan
3 kali antara Pemerintah Daerah (Bappeda, Dinas Kehutanan dan
Perkebunan), Petani anggota Kelompok Tani Subur Makmur dengan Bantek
PLKSDA-BM Propinsi Jawa Timur. Sebelum itu Bantek PLKSDA-BM juga
melakukan PRA (Participatory Rural Apraissal) dengan responden calon petani penggarap.
Bulan
Desember, penghujung tahun 2012 menjadi jawaban doa dan harapan mereka
semua. Dengan semangat luar biasa, bapak - bapak, ibu - ibu, anak - anak
beramai - ramai menanam Durian dan Alpokat secara bersama - sama. Tanam
bareng itu dikomandani oleh Abdul Basyid (Ketua Kelompok Tani) yang
dipandu oleh Penyuluh Kehutanan lapang (PKL) Bpk. Djoko Setiyono dan
Tenaga Pendamping Masyarakat (TPM) Nia Raflesia.
| Bibit Durian dan Alpokat pada saat karantina |
Lahan
yang sudah disiapkan beberapa waktu lalu dengan lubang tanam - lubang
tanam yang sudah sesuai dengan petunjuk teknis dan sudah diberi pupuk
organik, siap untuk ditanami durian dan alpokat. Sebelumnya, bibit
Durian dan Alpokat harus menjalani seleksi yang ketat dari Tim Penerima
Barang (Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kab. Bondowoso) karena bibit yang
ditanam harus BERSERTIFIKAT bibit unggul (super). Kemudian bibit di
karantina di sekitar lahan agar tanaman bisa beradaptasi dengan
lingkungan (iklimitasi) selama 14 hari. Baru setelah itu bibit siap
ditanam.
Sambil
menanam, semua petani dan masyarakat berdoa semoga apa yang ditanam
dapat membawa barokah dan manfaat bagi masyarakat khususnya keluarga
mereka sehingga dapat meningkatkan taraf hidupnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar