Bapak
Iwan Kurniawan (Kasubdit P2SDA Ditjen Bina bangda Kemendagri) sedang
mengadakan diaolog dengan staf Dinas Kehutanan dan perkebunan kabupaten
Bondowoso
Kunjungan
dari Ditjen Bina Bangda Kemendagri dan Bappenas di Kabupaten Bondowoso
dalam rangka monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Penanganan
lahan kritis dan sumberdaya air berbasis masyarakat dilaksanakan tanggal
19 Maret 2013. Lokasi yang dituju adalah lokasi program di desa
Pecalongan kecamatan Sukosari.
Kabupaten
Bondowoso dalam pelaksanaan program PLKSDA-BM ini sudah memasuki tahun
kedua, dan Pecalongan merupakan salah satu lokasi program di tahun
pertama. Sehingga beberapa kegiatan sudah banyak dilaksanakan di
Kelompok Tani Subur makmur desa Pecalongan ini. Mulai fasilitasi
revitalisasi kelompok tani hingga penanaman tanaman buah sebagai tanaman
utama. Kelompok Tani yang diketuai Abdul Basit ini, mengelola dan
mengerjakan tanah kas desa seluas 7,5 hektar pada program penanganan
lahan kritis dan sumberdaya ini. Dengan didampingi seorang Tenaga
Pendamping Masyarakat (Nia Raflesia), mereka melaksanakan kegiatan
setahap demi setahap sesuai dengan petunjuk teknis kegiatan.Tanaman buah
yang ditanam di lokasi ini adalah durian dan alpokat, dan tanaman
ekonomi produktif (tanaman sela) adalah jagung dan kacang tanah.
Untuk
itulah monitoring dan evaluasi kegiatan tahun 2012 sangat perlu
dilakukan oleh Ditjen Bina Bangda dan Bappenas sebagai penanggung jawab
pelaksanaan program PLKSDA-BM secara nasional. Tim Bina Bangda yang
dikomandani Kasubdit P2SDA (Bapak Iwan Kurniawan) mengadakan peninjauan
langsung ke lahan yang menjadi lokasi program. Pengecekan tanaman,
pertumbuhan tanaman, sejauh mana petani mengenal program komprehensif
dan transparan ini, peran petani dan sebagainya dilakukan dengan
mengadakan wawancara langsung dengan Ketua Kelompok Tani Subur makmur.
Meskipun
hujan deras mengguyur lokasi program, kegiatan monitoring dan evaluasi
tetap dilaksanakan. Tampak beberapa anggota tim basah kuyup karena hujan
terus mengguyur sejak dilokasi hingga rumah terdekat dengan lokasi.
Guyuran hujan dan baju celana basah tidaklah menyurutkan semangat semua
yang ikut dalam monitoring ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar